Header Ads

test

Strategi POLITIK "Cecak Putus Ekor"

Pendapat Ahli Tentang Strategi Ini

Niccolò Machiavelli
        Dalam The Prince, Machiavelli menyebutkan pentingnya melakukan tindakan tegas untuk melindungi kekuasaan. Mengorbankan sesuatu demi tujuan yang lebih besar dianggap sebagai langkah pragmatis dalam menjaga stabilitas kekuasaan.

Antonio Gramsci
        Gramsci menyebutkan bahwa strategi semacam ini efektif untuk menjaga hegemoni, terutama dalam menghadapi oposisi yang mencoba menyerang kelemahan struktural.

Francis Fukuyama
        Fukuyama berpendapat bahwa tindakan ini bisa menjadi pisau bermata dua. Jika publik merasa pengorbanan tersebut hanya untuk mempertahankan status quo, kepercayaan terhadap institusi politik bisa hancur.


Tujuan Strategi Putus Ekor

  • Mengurangi Tekanan
Dengan "memotong ekor", organisasi dapat mengurangi tekanan atau serangan dari lawan politik, media, atau publik.
  • Menyelamatkan Citra Organisasi
Pengorbanan kecil dilakukan agar organisasi secara keseluruhan tetap terlihat bersih dan kredibel.
  • Mengalihkan Fokus
Strategi ini sering digunakan untuk mengalihkan perhatian dari masalah besar ke isu yang lebih kecil dan terkendali.
  • Melindungi Pemimpin Utama
Strategi ini sering dilakukan untuk melindungi tokoh sentral atau pemimpin organisasi agar tetap memegang kendali dan tidak disalahkan secara langsung.

Risiko Strategi Putus Ekor

  1. Hilangnya Kepercayaan Publik
Jika publik melihat bahwa "ekor" yang dipotong hanyalah kambing hitam, citra pemimpin atau organisasi tetap akan terancam.

      2. Ketidakpuasan Internal

Anggota organisasi yang merasa dikorbankan mungkin melawan atau keluar, yang dapat menyebabkan perpecahan internal.

       3. Efek Jangka Panjang

Strategi ini hanya solusi sementara. Jika masalah utama tidak diatasi, krisis serupa bisa muncul kembali dengan intensitas yang lebih besar.

Contoh di Indonesia

  • Kasus Korupsi: Dalam beberapa skandal korupsi, pejabat atau anggota partai sering menjadi "korban" dengan dikeluarkan dari jabatan mereka, sementara institusi utamanya tetap bertahan.
  • Perombakan Kabinet: Presiden atau pemimpin sering mengganti menteri untuk meredam kritik terhadap kebijakan tertentu.

Strategi "Putus Ekor" pada dasarnya adalah seni bertahan dalam politik.

No comments